Angin Bulan November
Bulan November kemarin ini adalah bulan yang berat untuk Mas. Bagaimana tidak? Mas harus menyimpulkan dan memutuskan sesuatu yang sudah hampir satu tahun ini Mas amati. Menurut Mas hikmah dari kejadian ini adalah, Mas tidak dengan mudah menerima sinyal ajakan kembalinya suatu relasi. Ketika sinyal itu dikirimkan, Mas memang sengaja untuk tidak bilang ya atau tidak. Mas melakukan itu karena Mas punya strategi pengamatan sampai menemukan fakta-fakta bahwa hubungan ini akan layak atau tidak untuk Mas lanjutkan. Kebersamaanpun dilakukan dua insan layaknya kembali bersatu setelah bertahun-tahun mereka pisah. Kegiatan-kegiatan seperti yang pernah mereka lakukan tujuh tahun yang lalu pun diulang kembali. Selama kebersamaan itupun Mas tetap harus ingat misinya yaitu "melakukan pengamatan"
Sebenarnya Mas sudah mulai menikmati kebersamaan itu, rasa cinta pun seakan bersemi kembali.
"Aku akan membuat Mas senang, karena aku merasa bersalah atas perpisahan dulu". Kata anak muda itu. "Tapi mas gak suka kalau kamu hanya berpikiran 'asal aku senang' lalu kamu merasa bebas setelah merasa bisa menyenangkan aku" Mas pun membalas.
Dia diam.
Bulan demi bulan pun bejalan seiring kebersamaan mereka.
Namun Mas masih menemukan sesuatu yang pernah terjadi waktu itu. Hal-hal kecil yang seharusnya menjadi perekat hubungan masih saja tidak dihiraukan. Misalnya Quality time mereka yang selalu terganggu dengan apapun yang anak muda itu lakukan. Selalu membalas dan menjawab telepon dari aplikasi kencan, salah satunya. Belum lagi dia masih suka searching akun instagram orang yang menarik matanya saat mereka sedang berdua menikmati kebersamaan. Akun instagram orang baru dengan mudahnya bisa didapat, janjian kencan pun akhirnya jadi sempat.
Ada satu hal paling membuat Mas kecewa adalah ketika terbongkarnya sebuah relasi baru yang dia lakukan selama dia sedang memperbaiki relasi dengan Mas.
Dari kejadian itu mereka sempatkan bercakap. Permintaan maaf pun muncul dari mulut anak muda itu namun Pengelakan dengan alasan-alasan tak masuk akalpun dia ungkapkan. Apalagi selalu ada kata "gengsi" selalu menjadi senjata untuk alsan tidak mengungkapkan rasa dari hati ke hati. Mas sudah terlihat lelah dengan hal seperti ini. Mas bukanlah orang yang banyak menuntut apalagi minta untuk dihormati karena lebih tua. Mas merasa lebih baik menjauh demi memutusdrama-drama yang membuang waktu ini.
Biarlah musim hujan jatuh pada waktunya dan angin bulan November tetap mendesir menemani Mas pergi.
Komentar
Posting Komentar